Alasan Dibalik Gerakan "Delete Facebook" Yang Didukung Pendiri Whatsapp Dan Menyebabkan Saham Facebook Jatuh

Alasan Dibalik Gerakan "Delete Facebook" Yang Didukung Pendiri Whatsapp Dan Menyebabkan Saham Facebook Jatuh

Beberapa hari belakangan ini gerakan ramai-ramai menutup akun facebook kembali mengemuka dijagat maya. Namun kali ini gerakan #DeleteFacebook berakibat serius bagi raksasa sosial media kelas dunia milik Mark Zuckerberg ini. Saham Facebook dikabarkan mengalami breakdown alias jatuh sebanyak 5 % atau sekitar 25 Miliar dolar US karena gerakan ini.

Trending topic #DeleteFacebook yang sudah 4 hari mewarnai dunia maya ini berawal dari sebuah pengungkapan atau pernyataan dari Christoper Wylie,seorang mantan pegawai Cambridge Analytics bahwa konsultan data Cambridge Analytics yang disewa "Donald Trump" pada pemilu yang memenangkannya kemarin,diduga telah  menggunakan data jutaan pemilik akun facebook untuk dijadikan microtargeting agar memilih Donald Trump di pemilu Amerika Serikat lalu.

Alasan itu membuat netizen dunia meradang,apalagi bukan kali ini saja mereka dibuat kesal oleh sejumlah orang diberbagai dunia yang telah menyalahgunakan  Facebook sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dengan cara-cara yang kotor. Lebih tepatnya facebook banyak digunakan sebagai alat propaganda  oleh sejumlah oknum untuk mencapai tujuan mereka. Dan Facebook harusnya bisa mencegah hal tersebut terjadi,mengingat facebook saat ini menjadi sosial media dengan pengguna paling banyak diseluruh dunia.

Pihak Facebook dan Cambridge Analytics dikabarkan akan diperiksa oleh pihak yang berwenang dalam waktu dekat ini. Terkait permasalahan ini pihak Facebook atau Mark Zuckerberg masih memilih bungkam alias belum memberikan pernyataan apapun
Beralih ke Whatsapp yang pada tahun 2014 telah diakuisisi oleh Facebook sehingga membuat para pendirinya Jan Koum dan Brian Acton kaya raya,karena Facebook membeli Whatsapp seharga 16 miliar dolar AS atau Rp 220 triliun.  Brian Acton memutuskan untuk keluar dari Whatsapp dan mendirikan sebuah yayasan. Jan Koum memilih  bertahan di Whatsapp. Namun hari ini 21 Maret 2018,Brian Acton secara mengejutkan melalui akun twitternya memberikan dukungan gerakan #DeleteFacebook melalui cuitan berikut ini.

Alasan Dibalik Gerakan #DeleteFacebook Yang Didukung Pendiri Whatsapp Dan Menyebabkan Saham Facebook Jatuh

Di Indonesia sendiri 'Facebook" juga merajai kepopuleran sosial media dinegeri yang dikategorikan sedang berkembang ini. Facebook memang mudah digunakan dengan fitur super komplit dengan segala kemudahan dalam membangun jaringan pertemanan,membangun komunitas dan tentu saja dalam hal berinteraksi. Tapi tak dipungkiri pula bahwa segala kemudahan yang ada difacebook menyebabkan pengguna dari segala usia,tingkat pendidikan dan juga tingkat sosial yang berbeda berkumpul,membuat facebook juga jadi lahan yang empuk bagi penyebar hoax dan propaganda jahat.

Tapi bagi saya apapun platform sosial media yang kita gunakan akan kembali pada pribadi dan karakter kita masing-masing. Jalinan pertemanan dan komunitas yang kita bangun akan menentukan sikap kita dalam bersosial media yang bijak. Jadi mulai sekarang waspada,hati-hati,saring dan sharing hal-hal yang baik dilinimasa paltform sosial media kita.maka kita tidak hanya akan aman dari paparan propaganda dan hoax jahat,tapi juga ikut serta dalam menciptakan iklim yang positif diranah media. Salam internet sehat!''

0 Response to "Alasan Dibalik Gerakan "Delete Facebook" Yang Didukung Pendiri Whatsapp Dan Menyebabkan Saham Facebook Jatuh"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel