Crazy Rich Asians Membingkai Masalah Klasik Menjadi Asyik

Film selanjutnya yang masuk daftar antri penonton bioskop Indonesia setelah Film Searching adalah Film Crazy Rich Asians. Entah kenapa banyak sekali yang merekomendasikan film karya Jon M. Chu yang sebenarnya ceritanya sangat klasik alias receh,karena ceritanya bisa dijumpai bahkan di sinetron atau FTV di Indonesia sekalipun.

Crazy Rich Asians menceritakan seorang gadis biasa yang berprofesi sebagai dosen pengajar ekonomi sebuah kampus di Amerika bernama Rachel Chu (Constance Wu),yang punya pacar seorang pria humble,tampan,setia dan kaya raya bernama Nicholas Young (Henry Golding). Gak usah dibantah profil Nick ini ya,karena ini memang cuman film 11!!111!11.

Awalnya Rachel Chu sama sekali tidak tahu kalau Nick keturunan konglomerat yang super kaya,bahkan dia dan ibunya menyangka Nick tidak suka membicarakan keluarganya karena miskin. Namun begitu dia naik pesawat dan duduk di bagian first class bersama Nick untuk bertemu dengan keluarganya di Singapura,dia baru mulai sadar siapa sebenarnya Nick.

Namun kepercayaan diri Rachel Chu perlahan mendapat perlawanan hebat karena banyak gadis kelas atas dan populer yang mengincar Nick di Singapura berusaha melengserkan posisinya sebagai calon pendamping pewaris kerajaan bisnis keluarga Young. Tak hanya itu,ibu Nick yang dimainkan dengan sangat baik oleh aktris legendaris asal Malaysia Michelle Yeoh,membenci Rachel dan menganggapnya tidak pantas untuk Nick.

Kisah yang diangkat Crazy Rich Asians memang terdengar sangat familiar dan membosankan,namun ditampilkan dengan suguhan yang asyik dengan bumbu komedi di sana-sini. Misalnya saat Rachel pertama ke rumah Nick dan mengira kobokan dimangkuk sebagai "welcome drink"atau saat Rachel menyangka pembantu Nick sebagai salah satu keluarganya. Receh tapi lucu. Dan tentu saja master kelucuan di film itu adalah Peik Lin Goh (Awkwafina) sahabat Rachel Chu.

 Belum lagi hal-hal sentimentil yang pasti akan dirasakan oleh banyak penonton Asia karena pendekatan budaya yang hampir sama. Seperti ketika adegan kulineran di Singapura dan mereka berulangkali menyebut kata satai (Sate),laksa dan berbahasa melayu yang tentu kita mengerti.

Adalagi yang menarik  dari film bertema Asia seperti ini,selain kuliner,budaya dan kehidupan imigran di negeri orang,tentu saja nilai-nilai kehidupan yang diajarkan turun temurun pada sebuah keluarga Asia yang punya relasi yang kuat untuk membentuk karakter kita,sangat patut kita tauladani.

Sebuah quote menarik dari Crazy Rich Asians berasal dari salah satu keluarga Young yang paling humble dan baik hati,yang bersuamikan orang biasa (tentara),namun setelah perjuangannya menjaga perasaan dan memperjuangkan pernikahannya ia justru diselingkuhi suaminya dengan dalih tertekan dengan kekayaan dan kepopuleran yang dimiliki istrinya.

Its not my job to make you feel like a man,i can't make you something you're not 

Astrid Young 







0 Response to "Crazy Rich Asians Membingkai Masalah Klasik Menjadi Asyik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel